1. Israel (Negara Yahudi) bukanlah bangsa pilihan. Muncul tuntutan-tuntutan dari kalangan penulis dan aktivis yahudi untuk menghapus keyakinan yahudi lainnya bahwa mereka bukanlah bangsa pilihan tuhan. Gideon Levy dalam koran Israel Haaretz menegaskan, siapapun yang melakukan tindakan melanggar HAM, menggusur dan menyita aset orang lain tanpa legitimasi hukum dan undang-undang, mereka bukanlah bangsa pilihan.
2. Stabilitas keamanan negara retak. Negara yang semula dicitakan berdiri telah berubah menjadi sebuah barak. Dengan ungkapan lebih tepat, Israel berubah menjadi “pemukiman besar” yang dikurung senjata nuklir. Sebagian masyarakat yahudi mulai merasa akan bahaya masa depan. Mereka menyadari bahwa politikus-politikus mereka, jenderal-jenderal mereka, rabi-rabi mereka, telah mengorbankan para warga Israel lain hanya untuk kemenangan pemilu sesaat. Namun kemenangan itu akan berubah menjadi kebangkrutan dan kehancuran jangka panjang.
3. Kesempurnaan Islam yang mencakup seluruh sisi kehidupan, termasuk politik praktis, kembali diakui. Syamil Sultanuv seorang pakar dan pengamat Rusia terkenal mengatakan sistem sekularisme, liberalisme, komunisme, dan nasionalisme terbukti gagal. Saya melihat identitas yang muncul dari revolusi itu (Arab) sangat kental islamnya. Revolusi itu telah menunjukkan kelayakannya dalam mengembangkan sistem baru menggantikan sistem usang sebelumnya.
4. Israel mendapat kecaman keras dari masyarakat dunia yang mampu berpikir secara rasional. Syamil menilai bahwa Israel diambang kehancuran. Ini akan terjadi antara 15 hingga 20 tahun lagi. Sebab ini adalah negara buatan. Mantan Menteri Urusan Al-Quds Khalid Abu Arafah menyampaikan, cukuplah kalian permainan nasib bangsa-bangsa. “Sudah jelas kalian tidak pernah menghormati demokrasi dan HAM. Inilah bangsa Palestina yang dibunuh hampir secara keseluruhan oleh Israel di depan mata kalian, sementara kalian menari-nari di atas mayat dan korban luka. Jika kalian tidak mendengarkan suara nurani dan akal sehat, jika kalian tidak komitmen dan konsisten dengan hukum internasional, maka sejarah akan melaknat kalian dan tidak akan belas kasihan sama kalian.”
sumber: infopalestina.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar